Header Ads

ad
Aksi HMI memperingati hari Aksi HMI memperingati hari perempuan

Bidik Nusantara News-yogyakarta Sejumlah Organisasi dijogakarta Mengadakan aksi bersama untuk memperingati Hari perempuan.
di Jalan Pertiga Revolusi, Senin (8/3/2021).
Salah Satu Aksi organisasi yang fokus terhadap kekerasan perempuan, yakni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Yogyakarta .

Himpunan mahasiswa Islam mendorong upaya-upaya penghapusan kekerasan terhadap perempuan di seluruh dunia dan menekankan bahwa kekerasan terhadap perempuan adalah bentuk pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM).
“Kami melakukan aksi bersama ini dikarenakan melihat maraknya kasus kekerasan yang dialami perempuan dari tahun ke tahun yang semakin meningkat, mengajak masyarakat Kota Yogkarta agar lebih peduli lagi terhadap kasus kekerasan yang terjadi pada perempan, serta mengajak korban perempuan untuk berani bersuara dan melaporkan kekerasan yang dialaminya” kata Ketua Umum Fajar HMI Cabang Yogyakarta.

Ia juga menambakan dalam insitusi pendidikan yang melahirkan insan-insan akademi Dan intelektual justru juga banyak predator-predator dalam kekerasan gender. kemudian   pemerkosaan dan lain-lainnya apalagi kita masih melihat data Dari komnas perempuan diakhir tahunnya masih Banyak kekerasan dikalangan aktifis, artinya kita dari Aksi Ini menyuarakan Bukan untuk pemerintahan saja tetapi untuk Kader Kader lain sadar akan pentingnya kemanusiaan. (Angga) 

Ada 7 tuntutan yang ingin disampaikan dalam aksi tersebut, yaitu:

1.Mengutuk segala bentuk kekerasan Seksual dan Menuntut pemerintah untuk menuntaskan segala bentuk kasus kekerasan seksual.
2.Mendesak semua institusi pendidikan untuk menciptakan lingkungan aman tanpa diskriminasi.

3.menutut setiap  institusi pendidikan untuk membuat SOP penanganan kekerasan seksual.

4.Menutut pemerintah untuk memberikan hak-hak dasar terhadap  buruh terutama buruh perempuan.

5.mendesak pemerintah untuk menciptakan ruang publik yang aman tanpa diskriminasi gender.

6.Sahkan RUU Pekerjaan rumah tangga.

7.Cabut kebijakan diskriminasi gender dalam RUU ketahanan keluarga.

Bidik Nusantara News-yogyakarta Sejumlah Organisasi dijogakarta Mengadakan aksi bersama untuk memperingati Hari perempuan.
di Jalan Pertiga Revolusi, Senin (8/3/2021).

Salah Satu Aksi organisasi yang fokus terhadap kekerasan perempuan, yakni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Yogyakarta .

Himpunan mahasiswa Islam mendorong upaya-upaya penghapusan kekerasan terhadap perempuan di seluruh dunia dan menekankan bahwa kekerasan terhadap perempuan adalah bentuk pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM).

“Kami melakukan aksi bersama ini dikarenakan melihat maraknya kasus kekerasan yang dialami perempuan dari tahun ke tahun yang semakin meningkat, mengajak masyarakat Kota Yogkarta agar lebih peduli lagi terhadap kasus kekerasan yang terjadi pada perempan, serta mengajak korban perempuan untuk berani bersuara dan melaporkan kekerasan yang dialaminya” kata Ketua Umum Fajar HMI Cabang Yogyakarta.

Ia juga menambakan dalam insitusi pendidikan yang melahirkan insan-insan akademi Dan intelektual justru juga banyak predator-predator dalam kekerasan gender. kemudian pemerkosaan dan lain-lainnya apalagi kita masih melihat data Dari komnas perempuan diakhir tahunnya masih Banyak kekerasan dikalangan aktifis, artinya kita dari Aksi Ini menyuarakan Bukan untuk pemerintahan saja tetapi untuk Kader Kader lain sadar akan pentingnya kemanusiaan. (Angga) 

Ada 7 tuntutan yang ingin disampaikan dalam aksi tersebut, yaitu:

1.Mengutuk segala bentuk kekerasan Seksual dan Menuntut pemerintah untuk menuntaskan segala bentuk kasus kekerasan seksual.

2.Mendesak semua institusi pendidikan untuk menciptakan lingkungan aman tanpa diskriminasi.

3.menutut setiap institusi pendidikan untuk membuat SOP penanganan kekerasan seksual.

4.Menutut pemerintah untuk memberikan hak-hak dasar terhadap buruh terutama buruh perempuan.

5.mendesak pemerintah untuk menciptakan ruang publik yang aman tanpa diskriminasi gender.

6.Sahkan RUU Pekerjaan rumah tangga.

7.Cabut kebijakan diskriminasi gender dalam RUU ketahanan keluarga.

Tidak ada komentar