Seo Services

Partai UKM: Hari Perempuan Internasional, Waktunya Kesetaraan dan Persamaan Hak Perempuan TerwujudJakarta -Bidik Nusantara News Kemarin tepat pada Senin, 8 Maret 2021, seluruh dunia merayakan International Women's Day atau dikenal sebagai Hari Perempuan Internasional 2021. Partai Usaha Kecil Menengah (Partai UKM) melalui Rosmida Nasution Wakil Ketua Umum DPP Partai UKM menilai peringatan ini merupakan pengingat bagi seluruh masyarakat atas perjuangan atas pemenuhan hak-hak atas perempuan di muka bumi."Partai UKM memperjuangkan kesetaraan ekonomi dan persamaan hak bagi perempuan. Untuk itu setara dan sama dimulai tahun ini tanpa diskiriminasi dan membeda-bedakan," kata Ida Nasution sapaan akrabnya, melalui rilis resminya, Rabu (10/03/2021) di Jakarta.Menurut pengusaha jasa konstruksi ini, Partai UKM dalam ukuran dunia dalam ukuran kesetaraan adalah Gender-related Development Index/Indeks Pembangunan Gender (GDI/IPG). Dimana GDI/IPG adalah indikator standard hidup pada suatu negara yang dikembangkan oleh PBB dan merupakan salah satu dari lima indikator yang digunakan oleh United Nations Development Programme (UNDP).Kata Ida Nasution, dalam laporan Human Development Index/ Indek Pembangunan ManusiaI (IPM/HDI) yang dibuat setiap tahun. GDI/IPG adalah indeks yang menunjukkan kapabilitas dasar manusia yang sama dengan IPM/HDI. Tetapi secara khusus memberi tekanan pada pencapaian yang tidak setara antara laki-laki dan perempuan dengan melihat beberapa indikator yaitu hidup yang lama dan sehat, pengetahuan dan standard hidup yang layak."Yang kita perjuangkan Partai UKM adalah menguatkan, elemen-elemen yang masuk dalam penghitungan GDI/IPG di bidang angka harapan hidup, pendidikan dan pendapatan. Berdasarkan laporan IPM/HDI yang dibuat oleh UNDP tahun 2009 menunjukkan Indonesia menduduki rangking ke 95 dari 155 negara. Ini yang harus terus kita tingkatkan kedepannya," terangnya.Menurut Ida Nasution, sesuai tema Hari Perempuan Internasional kali ini adalah 'Let's All Choose to Challenge' atau "Izinkan Semuanya untuk Memilih Tantangan". Pesan penuh tantangan itu secara resmi disampaikan dalam halaman resmi International Women's Day. Kampanye utama yang disematkan dalam laman tersebut adalah persoalan kesetaraan gender."Partai UKM memandang bahwa kesetaraan dan persamaan hak, khususnya bidang ekonomi adalah menjadi perjuangan utama. Hal ini menjadi perjuangan perempuan se-dunia, namun perjuangan ini tidak hanya dari kalangan perempuan saja. Dimana harus melibatkan banyak institusi sosial dan politik," tukas Ida Nasution, ibu dua orang anak ini.Mantan Aktivis dan Ketua PPKB Sumatera Utara ini mengatakan, dalam bidang politik, Partai UKM bergerak cepat untuk menyusun kepengurusan. Partai UKM ingin kepengurusan ditingkat DPP, DPW, DP dan DPC menempatkan perempuan untuk terlibat secara aktif.Tak tanggung-tanggung, partai ini ingin ada 50 persen perempuan yang menjadi kepengurusan dengan posisi bagus. Ini dilakukan sebagai bentuk menyetarakan hak politik kaum perempuan yang masih terabaikan.“Persyaratan UU Partai Politik mengharuskan memasukkan 30 persen pengurus. Akan tetapi Partai UKM mengharuskan semua tingkatan kepengurusan merekrut 50 persen perempuan,” ungkapnya.Ida Nasution juga mengatakan, sikap politik Partai UKM merupakan tujuan dan cita-cita politik, dalam membangun kesetaraan dan persamaan hak. Menurut dia, kalau perempuan Indonesia maju secara ekonomi, sosial dan politik, tentu negaranya akan juga berkemajuan dan berkeadilan.“Tujuan ini ada di garis besar Parta UKM, sebagaimana Platform Politik berdirinya partai ini. Diantaranya; Keadilan Sosial,  Kesejahteraan,  Kesetaraan Ekonomi,  Kemajuan Ekonomi,  Ekonomi Kerakyatan, Persamaan Hak dan Penegakan Hukum. Jadi perempuan harus terdepan dalam politik,” pungkasnya.Presiden Jokowi: Dunia Terbuka Laki-Laki Atau Perempuan Punya Kesempatan Sama Meraih ImpianPresiden Republik Indonesia, Joko Widodo, turut menyampaikan pesan di Hari Perempuan Internasional 2021 ini. Pesan yang disampaikannya berkaitan dengan peranan perempuan."Di dunia yang kian terbuka dan modern, setiap orang, laki-laki atau perempuan, punya kesempatan yang sama untuk mengambil peran dan menggapai impian. Semua setara memberi warna bagi peradaban," tulis Presiden RI dalam akun Twitternya @jokowi.Tidak lupa, Menteri Sosial RI, Tri Rismaharini, atau biasa di sama Bu Risma, turut menyampaikan pesan serupa di akun Twitter Kementerian Sosial, @KemensosRI. Ia juga menyampaikan semangat kekaryaan."Selamat Hari Perempuan Internasional, 8 Maret 2021! Kalau menurut #MensosRisma, berharap agar peringatan Hari Perempuan Internasional bisa menyemangati perempuan untuk berkarya lebih hebat lagi. Apa makna hari ini buat kamu, #SobatSosial?," tulisnya dalam akun Twitter resmi Kemensos RI, @KemensosRI.Di dunia yang kian terbuka dan modern, setiap orang, laki-laki atau perempuan, punya kesempatan yang sama untuk mengambil peran dan menggapai impian.Semua setara memberi warna bagi peradaban. #ChooseToChallenge pic.twitter.com/u7aT2ntZbX— Joko Widodo (@jokowi) March 8, 2021Presiden Jokowi berharap, Hari Perempuan Internasional 2021 ini dapat membawa semua orang, khususnya perempuan di seluruh dunia, untuk bersama-sama melewati masa-masa sulit di masa pandemi ini dan terus berkarya Partai UKM: Hari Perempuan Internasional, Waktunya Kesetaraan dan Persamaan Hak Perempuan TerwujudJakarta -Bidik Nusantara News Kemarin tepat pada Senin, 8 Maret 2021, seluruh dunia merayakan International Women's Day atau dikenal sebagai Hari Perempuan Internasional 2021. Partai Usaha Kecil Menengah (Partai UKM) melalui Rosmida Nasution Wakil Ketua Umum DPP Partai UKM menilai peringatan ini merupakan pengingat bagi seluruh masyarakat atas perjuangan atas pemenuhan hak-hak atas perempuan di muka bumi."Partai UKM memperjuangkan kesetaraan ekonomi dan persamaan hak bagi perempuan. Untuk itu setara dan sama dimulai tahun ini tanpa diskiriminasi dan membeda-bedakan," kata Ida Nasution sapaan akrabnya, melalui rilis resminya, Rabu (10/03/2021) di Jakarta.Menurut pengusaha jasa konstruksi ini, Partai UKM dalam ukuran dunia dalam ukuran kesetaraan adalah Gender-related Development Index/Indeks Pembangunan Gender (GDI/IPG). Dimana GDI/IPG adalah indikator standard hidup pada suatu negara yang dikembangkan oleh PBB dan merupakan salah satu dari lima indikator yang digunakan oleh United Nations Development Programme (UNDP).Kata Ida Nasution, dalam laporan Human Development Index/ Indek Pembangunan ManusiaI (IPM/HDI) yang dibuat setiap tahun. GDI/IPG adalah indeks yang menunjukkan kapabilitas dasar manusia yang sama dengan IPM/HDI. Tetapi secara khusus memberi tekanan pada pencapaian yang tidak setara antara laki-laki dan perempuan dengan melihat beberapa indikator yaitu hidup yang lama dan sehat, pengetahuan dan standard hidup yang layak."Yang kita perjuangkan Partai UKM adalah menguatkan, elemen-elemen yang masuk dalam penghitungan GDI/IPG di bidang angka harapan hidup, pendidikan dan pendapatan. Berdasarkan laporan IPM/HDI yang dibuat oleh UNDP tahun 2009 menunjukkan Indonesia menduduki rangking ke 95 dari 155 negara. Ini yang harus terus kita tingkatkan kedepannya," terangnya.Menurut Ida Nasution, sesuai tema Hari Perempuan Internasional kali ini adalah 'Let's All Choose to Challenge' atau "Izinkan Semuanya untuk Memilih Tantangan". Pesan penuh tantangan itu secara resmi disampaikan dalam halaman resmi International Women's Day. Kampanye utama yang disematkan dalam laman tersebut adalah persoalan kesetaraan gender."Partai UKM memandang bahwa kesetaraan dan persamaan hak, khususnya bidang ekonomi adalah menjadi perjuangan utama. Hal ini menjadi perjuangan perempuan se-dunia, namun perjuangan ini tidak hanya dari kalangan perempuan saja. Dimana harus melibatkan banyak institusi sosial dan politik," tukas Ida Nasution, ibu dua orang anak ini.Mantan Aktivis dan Ketua PPKB Sumatera Utara ini mengatakan, dalam bidang politik, Partai UKM bergerak cepat untuk menyusun kepengurusan. Partai UKM ingin kepengurusan ditingkat DPP, DPW, DP dan DPC menempatkan perempuan untuk terlibat secara aktif.Tak tanggung-tanggung, partai ini ingin ada 50 persen perempuan yang menjadi kepengurusan dengan posisi bagus. Ini dilakukan sebagai bentuk menyetarakan hak politik kaum perempuan yang masih terabaikan.“Persyaratan UU Partai Politik mengharuskan memasukkan 30 persen pengurus. Akan tetapi Partai UKM mengharuskan semua tingkatan kepengurusan merekrut 50 persen perempuan,” ungkapnya.Ida Nasution juga mengatakan, sikap politik Partai UKM merupakan tujuan dan cita-cita politik, dalam membangun kesetaraan dan persamaan hak. Menurut dia, kalau perempuan Indonesia maju secara ekonomi, sosial dan politik, tentu negaranya akan juga berkemajuan dan berkeadilan.“Tujuan ini ada di garis besar Parta UKM, sebagaimana Platform Politik berdirinya partai ini. Diantaranya; Keadilan Sosial,  Kesejahteraan,  Kesetaraan Ekonomi,  Kemajuan Ekonomi,  Ekonomi Kerakyatan, Persamaan Hak dan Penegakan Hukum. Jadi perempuan harus terdepan dalam politik,” pungkasnya.Presiden Jokowi: Dunia Terbuka Laki-Laki Atau Perempuan Punya Kesempatan Sama Meraih ImpianPresiden Republik Indonesia, Joko Widodo, turut menyampaikan pesan di Hari Perempuan Internasional 2021 ini. Pesan yang disampaikannya berkaitan dengan peranan perempuan."Di dunia yang kian terbuka dan modern, setiap orang, laki-laki atau perempuan, punya kesempatan yang sama untuk mengambil peran dan menggapai impian. Semua setara memberi warna bagi peradaban," tulis Presiden RI dalam akun Twitternya @jokowi.Tidak lupa, Menteri Sosial RI, Tri Rismaharini, atau biasa di sama Bu Risma, turut menyampaikan pesan serupa di akun Twitter Kementerian Sosial, @KemensosRI. Ia juga menyampaikan semangat kekaryaan."Selamat Hari Perempuan Internasional, 8 Maret 2021! Kalau menurut #MensosRisma, berharap agar peringatan Hari Perempuan Internasional bisa menyemangati perempuan untuk berkarya lebih hebat lagi. Apa makna hari ini buat kamu, #SobatSosial?," tulisnya dalam akun Twitter resmi Kemensos RI, @KemensosRI.Di dunia yang kian terbuka dan modern, setiap orang, laki-laki atau perempuan, punya kesempatan yang sama untuk mengambil peran dan menggapai impian.Semua setara memberi warna bagi peradaban. #ChooseToChallenge pic.twitter.com/u7aT2ntZbX— Joko Widodo (@jokowi) March 8, 2021Presiden Jokowi berharap, Hari Perempuan Internasional 2021 ini dapat membawa semua orang, khususnya perempuan di seluruh dunia, untuk bersama-sama melewati masa-masa sulit di masa pandemi ini dan terus berkarya menghadapi segala tantangan yang ada. (red)M.Musa s segala tantangan yang ada. (red)M.Musa sPerempuan Terwujud




Jakarta -Bidik Nusantara News Kemarin tepat pada Senin, 8 Maret 2021, seluruh dunia merayakan International Women's Day atau dikenal sebagai Hari Perempuan Internasional 2021. Partai Usaha Kecil Menengah (Partai UKM) melalui Rosmida Nasution Wakil Ketua Umum DPP Partai UKM menilai peringatan ini merupakan pengingat bagi seluruh masyarakat atas perjuangan atas pemenuhan hak-hak atas perempuan di muka bumi.



"Partai UKM memperjuangkan kesetaraan ekonomi dan persamaan hak bagi perempuan. Untuk itu setara dan sama dimulai tahun ini tanpa diskiriminasi dan membeda-bedakan," kata Ida Nasution sapaan akrabnya, melalui rilis resminya, Rabu (10/03/2021) di Jakarta.


Menurut pengusaha jasa konstruksi ini, Partai UKM dalam ukuran dunia dalam ukuran kesetaraan adalah Gender-related Development Index/Indeks Pembangunan Gender (GDI/IPG). Dimana GDI/IPG adalah indikator standard hidup pada suatu negara yang dikembangkan oleh PBB dan merupakan salah satu dari lima indikator yang digunakan oleh United Nations Development Programme (UNDP).



Kata Ida Nasution, dalam laporan Human Development Index/ Indek Pembangunan ManusiaI (IPM/HDI) yang dibuat setiap tahun. GDI/IPG adalah indeks yang menunjukkan kapabilitas dasar manusia yang sama dengan IPM/HDI. Tetapi secara khusus memberi tekanan pada pencapaian yang tidak setara antara laki-laki dan perempuan dengan melihat beberapa indikator yaitu hidup yang lama dan sehat, pengetahuan dan standard hidup yang layak.


"Yang kita perjuangkan Partai UKM adalah menguatkan, elemen-elemen yang masuk dalam penghitungan GDI/IPG di bidang angka harapan hidup, pendidikan dan pendapatan. Berdasarkan laporan IPM/HDI yang dibuat oleh UNDP tahun 2009 menunjukkan Indonesia menduduki rangking ke 95 dari 155 negara. Ini yang harus terus kita tingkatkan kedepannya," terangnya.


Menurut Ida Nasution, sesuai tema Hari Perempuan Internasional kali ini adalah 'Let's All Choose to Challenge' atau "Izinkan Semuanya untuk Memilih Tantangan". Pesan penuh tantangan itu secara resmi disampaikan dalam halaman resmi International Women's Day. Kampanye utama yang disematkan dalam laman tersebut adalah persoalan kesetaraan gender.


"Partai UKM memandang bahwa kesetaraan dan persamaan hak, khususnya bidang ekonomi adalah menjadi perjuangan utama. Hal ini menjadi perjuangan perempuan se-dunia, namun perjuangan ini tidak hanya dari kalangan perempuan saja. Dimana harus melibatkan banyak institusi sosial dan politik," tukas Ida Nasution, ibu dua orang anak ini.


Mantan Aktivis dan Ketua PPKB Sumatera Utara ini mengatakan, dalam bidang politik, Partai UKM bergerak cepat untuk menyusun kepengurusan. Partai UKM ingin kepengurusan ditingkat DPP, DPW, DP dan DPC menempatkan perempuan untuk terlibat secara aktif.


Tak tanggung-tanggung, partai ini ingin ada 50 persen perempuan yang menjadi kepengurusan dengan posisi bagus. Ini dilakukan sebagai bentuk menyetarakan hak politik kaum perempuan yang masih terabaikan.


“Persyaratan UU Partai Politik mengharuskan memasukkan 30 persen pengurus. Akan tetapi Partai UKM mengharuskan semua tingkatan kepengurusan merekrut 50 persen perempuan,” ungkapnya.


Ida Nasution juga mengatakan, sikap politik Partai UKM merupakan tujuan dan cita-cita politik, dalam membangun kesetaraan dan persamaan hak. Menurut dia, kalau perempuan Indonesia maju secara ekonomi, sosial dan politik, tentu negaranya akan juga berkemajuan dan berkeadilan.


“Tujuan ini ada di garis besar Parta UKM, sebagaimana Platform Politik berdirinya partai ini. Diantaranya; Keadilan Sosial,  Kesejahteraan,  Kesetaraan Ekonomi,  Kemajuan Ekonomi,  Ekonomi Kerakyatan, Persamaan Hak dan Penegakan Hukum. Jadi perempuan harus terdepan dalam politik,” pungkasnya.


Presiden Jokowi: Dunia Terbuka Laki-Laki Atau Perempuan Punya Kesempatan Sama Meraih Impian


Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, turut menyampaikan pesan di Hari Perempuan Internasional 2021 ini. Pesan yang disampaikannya berkaitan dengan peranan perempuan.


"Di dunia yang kian terbuka dan modern, setiap orang, laki-laki atau perempuan, punya kesempatan yang sama untuk mengambil peran dan menggapai impian. Semua setara memberi warna bagi peradaban," tulis Presiden RI dalam akun Twitternya @jokowi.


Tidak lupa, Menteri Sosial RI, Tri Rismaharini, atau biasa di sama Bu Risma, turut menyampaikan pesan serupa di akun Twitter Kementerian Sosial, @KemensosRI. Ia juga menyampaikan semangat kekaryaan.



"Selamat Hari Perempuan Internasional, 8 Maret 2021! Kalau menurut #MensosRisma, berharap agar peringatan Hari Perempuan Internasional bisa menyemangati perempuan untuk berkarya lebih hebat lagi. Apa makna hari ini buat kamu, #SobatSosial?," tulisnya dalam akun Twitter resmi Kemensos RI, @KemensosRI.


Di dunia yang kian terbuka dan modern, setiap orang, laki-laki atau perempuan, punya kesempatan yang sama untuk mengambil peran dan menggapai impian.


Semua setara memberi warna bagi peradaban. #ChooseToChallenge pic.twitter.com/u7aT2ntZbX— Joko Widodo (@jokowi) March 8, 2021


Presiden Jokowi berharap, Hari Perempuan Internasional 2021 ini dapat membawa semua orang, khususnya perempuan di seluruh dunia, untuk bersama-sama melewati masa-masa sulit di masa pandemi ini dan terus berkarya menghadapi segala tantangan yang ada. (red)


M.Musa s

Tidak ada komentar:

ads 728x90 B
Diberdayakan oleh Blogger.