Header Ads

ad

Kades Lubuk Madrasah Mengakui Adanya Kejadian diduga Penganiayaan Berencana di Daerahnya



jambi Muaro tebo-Bidik Nusantara News

Adanya vidio yang beredar terkait penganiayaan  terhadap Seorang Pria di desa Lubuk Madrasah Kabupaten Muaro Tebo membuat Ormas Pemuda Batak Bersatu (PBB) bergerak untuk mencari Info terkait adanya pemberitaan yang mengatakan bahwa Pemuda tersebut Mencuri.


"Kami dari DPD PBB (Pemuda Batak Bersatu) Provinsi Jambi hari ini mencari info dari Vidio yang beredar dimana pemuda yang dianiaya adalah Bronson Panjaitan Anggota dari Pemuda Batak Bersatu Kabupaten Batanghari" Ungkap Robert Purba.


Dalam mencari info Wakil Ketua DPD Pemuda Batak Bersatu ini didampingi oleh Rekan-Rekan Pengurus DPD PBB dan  DPC Pemuda Batak Bersatu (PBB) Batanghari,Tanjab Barat dan Kabupaten Tebo.


"Saudara Bronson Panjaitan Berasal dari Desa Bungku Kabupaten Batanghari dan Kejadian di Simpang Niam Desa Lubuk Madrasah Kabupaten Tebo makanya kami didampingi oleh 3 (Tiga) DPC PBB dalam mendalami Kejadian dan mencari info" Ujar Waka DPD PBB Tersebut.


Pada saat pertemuan di Rumah Kades Lubuk Madrasah Kecamatan Tebo Tengah Ilir Tim PBB dan awak media dari Bidik Indonesia.ID disambut dengan baik oleh Kades Bapak Zulpan Sarifudin,SH. Dalam Pembicaraan Kades Desa Lubuk Madrasah mendapat telepon dari Saudara Gotan yang diduga merupakan Pelaku Pemukulan saudara Bronson Panjaitan


" Awal Cerita saya ditelepon oleh Saudara Gotan pada saat saya posisi di Jambi dimana Gotan mengatakan bahwa Dia dituntut balik oleh Ormas Pemuda Batak Bersatu "


Kades ini kembali bertanya dituntut balik gimana.


" Dan gotan pun bercerita bahwa dia kehilangan karet yang diduga dicuri atas nama Bronson Panjaitan yang juga Mantan Anak Buah gotan, Seperti itu keterangannya " Ungkap Kades termuda ini.

 

Kades yang merupakan Mantan Pengacara ini juga mengatakan bahwa hukum itu tidak akan ada kepada pihak yang bersalah.

"Ketika Dia (Gotan-Red) merasa benar, ada pencurian lelek buat berita acaranya, minta tanda tangan RT, Ketua Pemuda,Tokoh Masyarakat, Kadus kalo benar ada saya sebagai Kepala Desa Siap memberi Keterangan yang ada" Ungkap Kades di dalam pembicaraan via telepon.


Besok pagi Kades ini pun bertanya kepada Pak RT benar ada kejadian begitu, benar pak kades kata pak RT, Kata kades Zulpan bercerita.

  

Kades yang baru saja menjabat ini pada bulan Januari tahun 2021 ini merasa tertipu oleh bawahannya setelah ditelepon oleh Kapolsek.

" Setelah itu Kapolsek Menelepon saya mengatakan bahwa itu bola panas, bagi bung zulpan kenapa membenarkan keterangan tersebut " Ungkap kades.


Kades ini menandatangani setelah RT, Tokoh Pemuda, Tokoh Masyarakat,Kadus   menandatangani berita acara keterangan dari Gotan terlebih dahulu.


" Saya tandatangani Keterangan  Gotan bahwa RT, Sudah tanda tangan Tokoh Masyarakat, Kadus, Tokoh Pemuda ternyata Berita Acara tidak sama seperti yang dilaporkan sama gotan" Ungkap Kades.


" Kalopun ini dinaikan saya siap memberi keterangan bahwa keterangan gotan dgn kapolsek berbeda" Lanjut Kades.


Kades ini mendapat info si bronson membeli pulsa trus ditemui sama gotan disuruh mengakui itu trus dibawa kedalam dan sudah ada anak buahnya itu cerita dari Kades ini kepada Awak Media dan Ormas Pemuda Batak Bersatu.

ini keterangan dari pihak kepolisian yang saya dapat

Kades ini mengatakan bahwa lokasi kejadian di Dusun Asam Merah RT.03  dekat Rumah Gotan tidak jauh dari gereja.


Menurut Kades bahwa ini diduga berencana untuk melakukan penganiayaan.

" Kenapa saya katakan begitu, karena ini dibawa kedalam" Jelas kades.


Menurut info dari istri gotan yang melaporkan bahwa suaminya hilang, hp tidak aktif.

" Setelah 5 ( Lima) hari istrinya melapor ke saya bahwa gotan hilang,hp tidak aktif" ungkap kades.

Saat ditanya sendiri atau bersama ke 4 Rekannya hilang kades mengatakan bahwa " Saat menyerahkan mobil bronson ke Polsek Tebo tengah ilir ditemani oleh 4 (Empat) Orang anak buahnya" Kata kades.


" Adanya laporan gotan kepada kami pemerintah desa dengan kejadian di lapangan tidak sama berbeda dan tutup kades bahwa ini adalah diduga penganiayaan berencana" Tutup kades.


Kaperwil Jambi

Mulasa Musa sinabariba

Tidak ada komentar