Header Ads

ad

Ada Empat Poin Tuntutan Pekerja PT Thermo Karya Jaya Batam, Gelar Aksi di Depan Perusahaan


BATAM, bidiknusantaranews.com - Pekerja yang tergabung di Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) menggelar aksi di depan PT Thermo Karya Jaya yang terletak di Kompleks MCP, Batu Ampar, Batam, Kepri, Senin, (21/9/2020).

Dalam aksinya ada empat poin yang menjadi tuntutan pekerja, yakni :

1. Agar pihak perusahaan melakukan anjuran Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Batam, nomor : B.643/TK-4 /PPHI/VII/2020 tanggal 30 Juli 2020 (pekerjaan PT Thermo Karya Jaya Toni dkk sebanyak 15 orang).

2. Agar Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam dapat memeriksa kembali izin usaha PT Thermo Karya Jaya yang berganti-ganti nama badan usaha. Dari semula CV Thermotron berubah menjadi PT Thermotron Indonesia dan berubah lagi menjadi Thermo Karya Jaya pada tahun 2016.

3. Agar Kepala BP Batam dapat memeriksa di lapangan terkait beberapa keberadaan PT Thermo Karya Jaya. Sejak bulan Maret 2016, yang semula ada papan nama perusahaan dicopot dengan sengaja. Saat ini tidak memiliki papan nama namun masih beroperasi dan tetap menerima pekerja yang baru.

4. Agar Ketua DPRD Batam beserta Komisi IV DPRD Batam dan Kepala BP Batam melakukan kunjungan langsung ke lapangan di perusahaan PT Thermo Karya Jaya. Karena para pekerja diperlakukan dan diperintahkan kerja yang bukan pekerjaannya.

Ditemui bidiknusantaranews.com di lokasi aksi, Sekretaris Konfederasi SPSI Kota Batam Subri Wijonarko mengatakan, jika awal mula terjadinya konflik ini ketika ada beberapa karyawan PT Thermo Karya Jaya diperlakukan serta diperintahkan kerja yang bukan menjadi job desknya. Kemudian karyawan itu menolak.

Lantas karyawan menyampaikan ke pihak serikat KSPSI dan terjadilah perundingan antara serikat KSPSI dengan pihak perusahaan.

Tak lama setelah itu, pihak manajemen PT Thermo Karya melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) secara sepihak kepada 15 karyawan.
Sebelumnya kami sudah melakukan pertemuan dengan cara baik-baik, namun sepertinya pihak perusahaan tidak ada niat baik terkait hal ini," ungkap Subri.

Makanya, mereka menggelar aksi untuk menuntut hak ke 15 karyawan yang belum dibayarkan gajinya, pesangon dan upah lembur sejak tahun 2018 hingga 2020 yang belum dibayar.

Tidak hanya itu, buku nikah dan ijazah juga masih ditahan pihak perusahaan hingga saat ini.

Sementara itu, aksi yang dimulai sejak pagi hingga sore tersebut, sempat membuat masyarakat sekitar Kompleks MCP heboh.

Hampir sebagian warga keluar dari rumah untuk menyaksikan aksi yang terjadi di depan PT. Thermo hingga berlanjut keluar gerbang Kompleks MCP itu.

Wendi (36) seorang warga Kompleks MCP mengatakan, selama ia tinggal di kompleks itu, baru kali ini ada aksi pekerja seperti itu.

"Sudah puluhan tahun belum ada demo di kompleks ini," katanya.

Sementara itu, terkait aksi dan tuntutan pekerja, belum ada titik terang dari pihak perusahaan. Pasalnya saat aksi berlangsung, tidak ada satupun perwakilan manajemen perusahaan yang bersedia menemui pekerja.

Pantauan di lapangan, hanya belasan polisi dari Polsek Batu Ampar dibantu sekuriti Kompleks MCP saja yang berjaga-jaga di depan perusahaan. Hingga sore hari terlihat para pekerja membubarkan diri dengan tertib. (Benjamin Hasibuan)

Tidak ada komentar