Header Ads

ad

Serba Serbi Kecamatan Malo, Multi Efek Dari Bagusnya Sarana Jalan Antar Kabupaten Antar Provinsi

                                       

BOJONEGORO, bidiknusantaranews.com - Adanya peningkatan jalan dari paving/cor, diyakini mampu memberikan kontribusi bidang ekonomi masyarakat Kecamatan Malo, termasuk akan dibuka nya, wahana sektor Pariwisata, demikian juga penanganan ketertiban masyarakat, namun dampak Covid-19, pembangunan bersumber DD banyak tertunda.

Camat Malo Djamari, S.Sos. Didampingi Sekcam Drs. Abrianto, Kasi PMD. Jelita Habeahan, SH. Kasi Trantib Agus Prayitno, S.Sos. Menjelaskan, bahwa nantinya jika sudah financing Jalan Tol Bojonegoro- Ngawi, tentunya juga tersambung jalur Jatirogo-Ngawi, pintu masuk dari Tambakromo-Kawengan-Senori, Singgahan, Jatirogo dan jika jalur transportasi sudah baik, secara otomatis bermunculan edukasi peningkatan ekonomi, yakni masyarakat semakin cerdas membaca peluang, karena sarana jalannya bagus. "Adapun untuk peningkatan pendapatan petani penggarap lahan hutan (LMDH), perihal kebutuhan pupuk, sudah dibahas dengan komisi C (DPRD Bojonegoro), Adm/KKPH Bojonegoro, Padangan, Parengan, bahkan Saradan. Nantinya rencana selain dibuka wahana wisata religi yakni makam "Mbah Abu Bakar" yang ada di desa, Kedungrejo dan untuk yang sudah ada yakni Makam mbah Wali Kidangan (Sukorejo), mbah Zakaria (Tinawun). Sedangkan Guwo kikik akan dibuatkan wahana untuk bumi perkemahan".

Perihal 4 desa yang masih belum melaksanakan pengisian perangkat Desa Camat Malo menjelaskan bahwa pihak III sebagai pembuat soal ujian masih akan menjadwalkan minggu depan mundur sedikit. Untuk tahapan- tahapan sama, tahun 2020 dari 4 desa Tuntas. Nanti kabar-kabaran lagi, jikalau sudah terjadwal", ulas Camat .


                                         
 
Kapolsek Malo AKP. Ngatimin, perihal dalam menghadapi era Pandemi Covid-19, secara bersama sama (Polsek-Koramil-Satpol PP), telah melaksanakan patroli terkaitan disiplin protokoler kesehatan, terutama pemakaian masker. Telah melaksanakan memberikan himbauan dan mendatangi secara langsung pada tempat di manapun masa berkumpul, yakni pasar, warung ber-wifi. Jembatan Malo-Kalitidu. Dengan tahapan bila ada pelanggar, maka dilakukan teguran (lisan dan tertulis), lalu penegakan tipiring. Sementara masih sebatas peringatan lisan. Dengan kwantitas per hari ditemukan pelanggar 7-5 orang. Kenapa 7 ke 5, bukan 5-7, Karena kesadaran mereka bertambah, sehingga pelanggar berkurang.

Kasi Trantib Agus Prayitno, S.Sos. mengatakan bahwa kondisi secara umum, perihal kesadaran masyarakat perlu selalu diingatkan, jika hanya sekali "wes lali, angel-angel. Angel tenan tuturanmu. Maka rutin patroli seperti yang disampaikan Kapolsek tadi. Yakni patroli dan himbauan pakai masker. Dan pelanggar nya justru anak muda, dan pelanggar nya selain warga kecamatan Malo saja, tetapi juga warga luar kecamatan malo. Jumlahnya relatif kecil tidak sampai 8, berarti kesadaran sudah tinggi tentang penting nya kesehatan. Jika di kalkulasi dengan jumlah warga ya sebatas 000000,02 %. sangsi ringan yakni mengucapkan PANCASILA dan menyanyikan lagu INDONESIA RAYA. Sedangkan pelanggar fivety-fivety, Malo-Kalitidu.

"Mengingat jumlah SATPOL PP Malo sangat terbatas, tiap patroli bersama cuma 1 anggota, 1 orang anggota jaga kantor, 1 orang anggota diliburkan (lepas piket).

Namanya Satpol PP Kec. Malo Agus Prayitno, S.Sos. (Kasi/Komandan), Eko Yudi (sandinya : Monmon), Hariyanto (sandinya : Mandor), Priyo Sudibyo (sandinya : Sniper, karena hobi berburu Babi Hutan perusak jagung).

Kasi PMD Malo, Jelita Habeahan, SH. Menjelaskan Keterkaitan dengan adanya CORONA, maka pembangunan terkait sumber dana dari Pemerintah utamanya 'DD'. Memang banyak mengalami perubahan atau penundaan, faktor penyebabnya diantaranya dana desa (DD), dikurangi nominal nya untuk membangun, karena digunakan untuk BLT. "Jumlah variatif yakni 25-30 % terarah ke situ. Untuk dana "P" tahun 2019 serta pemanfaatannya belum bisa dilakukan penghitungan, bulan Oktober 2020 baru bisa dan hasil monitoring, memang dari 20 desa ada 1 desa yang tanpa catatan apapun, setelah di cek administrasi, fisik nya sudah sesuai yakni desa SUDAH. Iya namanya desanya itu desa SUDAH, Kadesnya Agus Muchlisin.

Sedangkan lainnya ada catatan. Untuk yang paling banyak catatan. Waduh, tidak enak kurang etis jika kami menjustice. Karena dia (Pemdes) masih berbenah. Kami disini selaku anak buah Pak Camat, seandainya ada perintah dari beliau, untuk kita sama-sama ke desa sudah tentang kiat Kadesnya. Monggo alias marilah, tapi sesuai petunjuk/perintah pimpinan. Itu prosedur Hukum, OK ?! "Tandas Kasi PMD Malo, kelahiran Sumatra, dengan ramah. (Eko/Zul).

Tidak ada komentar