Header Ads

ad

Chatingan " Janji " Melalui Aplikasi Michat, Seorang Waria Gagal Memeras Seorang Pekerja Asal Batam


KARIMUN, Bidik Nusantara News - Chatingan "Janji" melalui aplikasi michat, seorang pekerja asal Batam ingin di peras waria, tepat di belakang Toko Salemba Karimun (01/11/2020).

Sejak pagi sekitar pukul 06.30 WIB saya  janjian melalui aplikasi michat dan ingin ketemuan dengan yang namanya Putri, di aplikasi michat. Menunggu ketemuan, di dalam benak saya pasti seorang wanita, kata DD, Minggu (01/11/2020).

Lanjut DD, sekitar pukul 07.15 WIB saya bertemu dengan Putri, aneh nya nama Putri itu seorang waria, lantas karena sudah janji mau tak mau, harus kenalan lah terang nya.

Tidak lama menunggu, masih DD, teman waria yang bernama Putri di Aplikasi Michat, datang lagi berjumlah 3 orang. Memaksa meminta uang, awalnya Rp. 300 ribu bang, karena tak ada uang, kunci motor beat saya dirampas dan sempat di tahan motor beat, karena kasar ulah waria, saya coba menyelamatkan diri dan  menjauhi mereka, sambil menelpon saudara saya yang ada di Orari Sei Lakam, ungkap "DD", dengan Nada kesal.

Tepat pukul 07.30 WIB keluarga DD, yang datang di lokasi tidak menemui waria tersebut dan melalui umpan balik dari aplikasi michat yang di hubungi keluarga "DD", Putri di aplikasi michat, berhasil di datangi di Hotel Alisan Kapling Karimun, saat di pertemukan wanita pria yang  mengakui ingin memeras "DD" sebesar Rp 200 ribu, karena kesal kata seorang waria  yang mengaku dari luar Pulau Karimun. 

Melalui Keluarga "DD",  yang terpilih sebagai Wakil Ketua PBB PAC Karimun "M. Pakpahan, ST" dan Ketua PBB PAC Tebing "Benjamin Hasibuan, S. Pd" sedikit kesal atas kejadian yang dialami keponakannya.

Dalam penjelasan yang disampaikan "M. Pakpahan" mengatakan aplikasi michat yang disalah gunakan bisa menjerat kenakalan dan perbuatan yang dilakukan seorang waria yang ingin melakukan  pemerasan itu jelas pidana, meskipun tidak ada di rugikan dan motor beat yang sempat di tahan di serahkan dengan baik, jadi seorang waria itu, gagal melakukan pemerasan dapat diselesaikan secara kekeluargaan, karena tidak ada yang terluka terhadap keponakan saya, waria itu pun sudah minta maaf, tutup nya. (Benjamin Hasibuan)

Tidak ada komentar